Manusia hanyalah makluk yang manis berjanji, pahit menepati Manisnya bahkan dapat seribu kali lebih membunuh daripada manis gula di dapur Janji dianggapnya lelucon yang keluar dari mulutnya yang selicin lumut itu Padahal yang mereka tak sadari, harapan telah ia sulutkan untuk orang lain. Manusia adalah makluk yang kurang kesadaranya Walau sudah tahu luka terus menerus menerpanya ia tetap gigih berdiri Karna sang penyayat lukalah yang ia cintai dan hanya ingin ia yang menutup luka itu Hingga waktupun menamparnya sembari berkata "Jangan kau goblog dalam mencintai." Hingga kusadari, bahwa semua yang kutuliskan ini adalah kisahku Kisah orang yang berharap pada orang yang memberi lara yang besar Menanti dengan tegap gagah berani walau diterpa angin dan badai Memang terkesan bodoh, namun memanglah itu kenyataanya, bahwa dia yang melukaiku yang kunanti selalu. Luka, Duka, dan Suka Pesan Hati Sang Pengejar Mentari Indonesia, 30 Januari 2023
Hati Yang Lara Ini Tetap Untuk Dirinya