Manusia hanyalah makluk yang manis berjanji, pahit menepati
Manisnya bahkan dapat seribu kali lebih membunuh daripada manis gula di dapur
Janji dianggapnya lelucon yang keluar dari mulutnya yang selicin lumut itu
Padahal yang mereka tak sadari, harapan telah ia sulutkan untuk orang lain.
Manusia adalah makluk yang kurang kesadaranya
Walau sudah tahu luka terus menerus menerpanya ia tetap gigih berdiri
Karna sang penyayat lukalah yang ia cintai dan hanya ingin ia yang menutup luka itu
Hingga waktupun menamparnya sembari berkata "Jangan kau goblog dalam mencintai."
Hingga kusadari, bahwa semua yang kutuliskan ini adalah kisahku
Kisah orang yang berharap pada orang yang memberi lara yang besar
Menanti dengan tegap gagah berani walau diterpa angin dan badai
Memang terkesan bodoh, namun memanglah itu kenyataanya, bahwa dia yang melukaiku yang kunanti selalu.
![]() |
| Luka, Duka, dan Suka |
Pesan Hati Sang Pengejar Mentari
Indonesia, 30 Januari 2023
.jpg)
Komentar
Posting Komentar