Dear Diary,
Benar-benar tak kusangka, kisah ini akan berjalan sepanjang 20 bab dan ujung dari cerita nampaknya sudah nampak jelas didepan mataku dan juga semesta yang menolakku untuk berbahagia ini. Dan jauh dari ekspetasi kepalaku yang hina ini, yang kukira akan bertahan hingga titik bahagia tertinggi dan berpisah pun tak meninggalkan sedikitpun luka, malahan terjadi sebaliknya. Luka ini tertinggal begitu besar dan pedih dan hingga kini belum kutemukan obatnya.
Entah apapun alasanmu, entah apapun alasan semesta memisahkan kisah yang sebenarnya tak harus usai sekarang namun tetap luka ini akan membekas hingga raga kembali tertanam kepada Bentala.Walau ada orang yang mungkin akan menggantikanmu kelak, namun ku tak tahu pasti apakah ia bisa menyembuhkan luka yang dibuat selama 20 bab yang berakhir di tengah-tengah ini? Kurasa lelucon semesta kali ini agak terlalu keterlaluan
Mungkin dirimu tak merasakan apa yang kurasa hingga hari ini ataupun esok ketika kita tak bisa berjumpa mata lagi, namun satu yang kuminta, jangan pernah lupakan ku pernah menyayangimu, kau pernah jadi yang utama di hatiku. Ku tak pernah harapkan asmara, yang kuharap hanyalah kau mengerti seberapa besar kasih sayangku padamu.
Kelak, kau akan menemukan sang pangeran yang kau inginkan. Namun sebelum saat itu tiba, kau harus terus berlari mengejar satu persatu mimpi-mimpimu, harapanmu dan harapan setiap orang. Sampai saat itu pula, aku akan tetap mengawasimu dari kejauhan. Takkan pernah kutinggalkan kau yang berlari sendiri ditengah gelapnya kekejaman dunia. Bila kau terjatuh, aku tetap akan berada disini untuk membantumu sekalipun kau hanya memanfaatkanku. Tak apa! Karna memang kau sudah menempati posisi terbaik di hatiku, bukan asmara namun sebagai adik.
Hanya itu saja yang dapat hati lara ini tuangkan dalam tulisan tak berarti ini. Masih banyak hal yang kuingin ceritakan padamu, namun kurasa cukup saja ini yang kau ketahui. Terimakasih sudah menemaniku selama 20 bab ini, terus memberiku bahagia namun tak sedikit pula lara dan tangis. Tak apa! Itulah jalan beresiko yang sudah kutekuni untuk kujalani
Terimakasih untuk segala rasa dan waktu singkat ini, Haibara☀️(Arv)
![]() |
| Dear Diary |
Pesan Hati Sang Pengejar Mentari
Indonesia, 6 Mei 2023

Komentar
Posting Komentar